Home Pendidikan Melihat Ketelitian Murid SMK Mengikuti UKK di Industri

Melihat Ketelitian Murid SMK Mengikuti UKK di Industri

60
0
SHARE
Melihat Ketelitian Murid SMK Mengikuti UKK di Industri

TANGERANG,16NEWS-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang memiliki orientasi melahirkan lulusan-lusan yang terampil secara teknis dalam bidang keahlian. Sebut saja, SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang yang menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di Industri secara langsung. Hal ini bertujuan untuk memberikan penilaian objektif dan bermutu demi predikat murid SMK yang sudah belajar secara teori dan praktik lebih dari dua tahun lamanya. Kepiawaian murid-murid SMK itu diuji keahliannya melalui UKK.

Pelaksanaan UKK SMK tengah berlangsung sejak bulan Februari hingga Mei nanti atau sebelum kelulusan sekolah berlangsung. Para murid SMK berdasarkan jurusan atau kompetensi keahliannya masing-masing diujikan untuk disebut kompeten atau tidak. Sekolah mengikutsertakan seluruh murid kelas XII demi memberi predikat ahli atau tidak. Ujian dilakukan bekerja sama dengan industri, dan menghadirkan penguji dari industri secara langsung.

Kepala Seksi SMK dan SKh pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi mengatakan bahwa murid SMK harus menjadi lulusan yang menyandang kompeten dalam bidang yang dipilihnya. Menurutnya lulusan SMK adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan menjadi terampil dan siap digunakan oleh industri. Kebutuhan industri harus diikuti dengan ketersediaan SDM terampil, maka lulusan SMK harus menjadi jawabannya.

“dengan mengikuti Uji Kompetensi ini para murid SMK mendapat penilaian objektif dari penguji yang memiliki kualifikasi akademik dan praktik, kemudian diberikannya sertifikat yang dapat dipertimbangkan kompetensinya oleh industri, ” Terang Maksis Sakhabi saat mengunjungi murid SMKN 5 Kabupaten Tangerang di PT. Formosa, kawasan industri wilayah Cikupa.

Link and Match SMK

Pelaksanaan Uji Kompetensi juga dirasakan pentingnya untuk menjaga kualitas capaian pembelajaran SMK. Menurut Maksis Sakhabi, menjaga ketersesuaian kompetensi keahlian di sekolah dengan kebutuhan industri merupakan konsep link and match yang mendorong lulusan SMK menerapkan kompetensi keahliannya di dunia kerja.

idealnya adalah lulusan SMK bekerja sesuai dengan kompetensi keahliannya. Artinya, bilamana ia belajar suatu keahlian pada gilirannya ia mempraktikkannya di dunia kerja, itulah vokasi,” kata Maksis Sakhabi.

Pemerintah saat ini berupaya menjadikan SMK sebagai tempat pembelajaran vokasi yang mampu digunakan oleh industri dan dunia kerja. Oleh karenanya, sebagaimana diketahui bahwa pemerintah terus memberikan stimulus bantuan kepada SMK. Mulai dari peralatan (alat praktik), sarana gedung dan bangunan hingga program pengembangan SDM. Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bantuan pendidikan bagi SMK lebih meningkat, misalnya program revitalisasi SMK mampu meningkatkan taraf kualitas dan mutu pendidikan SMK.

“di Kabupaten Tangerang banyak SMK yang sudah mendapatkan bantuan program pusat seperti revitalisasi. Ada bentuk RPS, sarana RKB, peralatan dan lainnya,” Terang Maksis kepada wartawan.

Kualitas pelaksanaan UKK

Meskipun penyelenggaraan UKK di berbagai sekolah berjalan baik dan efektif, pihak Cabang Dinas Pendidikan memberikan sinyal kepada sekolah agar tertib dan mengikuti regulasi yang ada saat ini. Dalam pemantauannya ke beberapa sekolah, pihak Cabang Dinas mendapati sekolah yang belum siap dan matang menyelenggarakan UKK. Misalnya pada urusan administrasi, didapati sekolah yang tidak membuat Porgram Kerja atau tidak mempedomani secara mendalam aturan yang dibuat oleh Kementerian dan Dinas Pendidikan.

“saya masih menemukan sekolah yang belum siap melaksanakan UKK. Padahal jadwal sudah dibuat namun pelaksanaannya mundur karena kesiapan yang kurang matang, ada juga kesalahan dalam mempedomani aturan,” kata Maksis Sakhabi.

Lebih lanjut ia menyayangkan lemahnya literasi sekolah yang notabene menyelenggarakan UKK. Menurutnya literasi sekolah sangat penting dalam menjalankan proses administrasi, mulai dari pembuatan konsideran SK panitia, tata tertib pelaksanaan Uji Kompetensi, hingga kesalahan mempedomani aturan.

“Ujiannya dilakukan tahun ini (2026, red.) masih mempedomani aturan tahun 2023, tidak relevan dan berpotensi cacat administrasi,” pungkasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada sekolah untuk meningkatkan literasi di kalangan guru dan murid dalam menjalankan proses pembelajaran sekolah.

Salah satu penguji UKK SMK dari PT. Formosa, Teguh Arbakun menyatakan bahwa murid SMK yang mengikuti UKK di perusahaannya nampak antusias. “mereka terlihat seperti para ahli yang sedang bekerja,” pungkasnya.

Pelaksanaan Uji Kompetensi murid SMKN 5 Kabupaten Tangerang di PT Formosa dimulai Senin, (6/4) hingga Sabtu mendatang. Nampak mendampingi murid guru produktif dari SMKN 5, Muhamad Imron seorang.