TEHERAN,16NEWS-Rencana perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan, terancam tertunda. Delegasi Iran dilaporkan belum bertolak dari Teheran menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel ke Lebanon.
Peneliti senior Center for Middle East Strategic Studies, Abas Aslani, mengatakan keputusan tersebut diambil karena situasi keamanan yang dinilai belum kondusif.
“Delegasi Iran belum meninggalkan Teheran karena pihak Iran menilai selama serangan Israel ke Lebanon masih berlangsung, perundingan di Islamabad tidak dapat dilakukan,” ujarnya dikutip dari Al Jazeera, Jumat (10/4/2026).
Menurut Aslani, eskalasi konflik di Lebanon menimbulkan ketidakpastian terhadap agenda diplomasi yang telah direncanakan.
“Ini menunjukkan eskalasi di Lebanon telah menimbulkan keraguan terhadap kelangsungan perundingan,” katanya.
Selain faktor keamanan, dinamika dari pihak Amerika Serikat juga turut memengaruhi situasi. Aslani menyebut adanya perubahan dalam rencana 10 poin yang sebelumnya dianggap dapat diterima kedua pihak.
“Ada pergeseran dari pihak Amerika terkait rencana yang sebelumnya dinilai layak, bahkan oleh presiden AS,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan kepercayaan masih menjadi tantangan utama dalam hubungan kedua negara. Iran disebut masih meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang dibuat.
“Defisit kepercayaan menjadi isu besar. Ada kekhawatiran lama di Teheran, Amerika Serikat tidak konsisten dalam menepati janji,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga berpotensi memicu tekanan domestik terhadap pemerintah Iran. Publik mempertanyakan langkah negosiasi di tengah situasi yang dinilai merugikan posisi Iran.
“Ada tekanan dari dalam negeri, karena Iran merasa telah diserang di tengah proses negosiasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa dialog masih dilanjutkan,” kata Aslani.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah perundingan Iran-AS di Islamabad akan tetap berlangsung sesuai jadwal atau mengalami penundaan.










LEAVE A REPLY