KABUPATEN TANGERANG,16NEWS-Hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1447 H suasana di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang berjalan normal seperti biasanya. Mayoritas pegawai hadir termasuk para pengawas sekolah, namun ada juga yang melaksanakan pekerjaan dari luar kantor alias dari manapun yaitu sebanyak 2 orang. Namun ada pemandangan yang tak biasa, di hari pertama kerja jajaran KCD Kabupaten Tangerang kompak menerima kunjungan Anggota Komisi V DPRD Banten yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V, H. Abdul Roji. Kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi peningkatan mutu pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang untuk jenjang SMA/SMK/SKh.
Abdul Roji datang bersama jajaran diantaranya Yeremia Mendrofa, Budi Prajogo, Ahmad Imron, Abraham Garuda Laksono, Ahmad Jaini, Sehat Ganda, Hilmi Fuad, Cut Muthia, Heri Handoko, Ida Hamidah. Sementara ketua Komisi hadir belakangan dikarenakan kesibukan di hari pertama kerja.
Komisi V DPRD Banten menyampaikan berbagai hal mengenai layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang, diantaranya persoalan SPMB 2026-2027, agenda akhir tahun pelajaran, keindahan dan kebersihan sekolah, kedisiplinan murid, hingga persoalan pemberian MBG yang merupakan program besutan Presiden Prabowo Subianto.
Yeremia Mendrofa dalam pertemuan itu mengatakan KCD harus intens melakukan pengawasan kepada sekolah-sekolah agar mengarahkan sekolah menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Selain itu, ia juga menyampaikan betapa pentingnya pihak sekolah memiliki sense of belonging (rasa memiliki) yang tinggi terhadap sekolah. Ia mencontohkan jika sekolah saat ini masih sebatas menggugurkan kewajiban dalam mengelola.
"Ketika ada lomba toilet bersih maka yang dibersihin satu toilet yang dilombakan saja, dan itupun setelahnya tidak dirawat kembali," ujar Yeremia mencontohkan.
Hal tersebut menjadi perhatian pihaknya lantaran sekolah sebagai lembaga pendidikan, yakni tempat dibentuknya karakter dan moral murid agar bisa bertanggung jawab terhadap lingkungannya.
Kemudian, anggota Komisi V lainnya, Heri Handoko juga menyampaikan terkait pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran dan dijalankan dengan amanah. Heri menekankan jika terdapat perilaku pengelola dapur MBG yang tidak amanah dalam menyalurkan kepada siswa pihak KCD jangan segan untuk melaporkan.
"Saya mendengar ada wacana sekolah online akan diterapkan namun siswa tetap untuk datang ke sekolah mengambil MBG, gimana bisa terjadi ini. Belajar di rumah giliran MBG harus diambil di sekolah," Ujarnya.
Kemudian terkait murid yang membawa kendaraan ke sekolah menjadi perhatian anggota komisi V dari kalangan perempuan, Cut Muthia. Ia mengimbau Dinas Pendidikan untuk membuat aturan yang melarang anak di bawah 17 tahun membawa kendaraan ke sekolah.
"Kalau usianya di bawah 17 tahun harusnya tidak boleh membawa kendaraan ke sekolah, ini melanggar aturan," katanya di hadapan jajaran KCD.
Menurut Cut Muthia, pihak dinas pendidikan bisa mengatur hal tersebut untuk kenyamanan dan keselamatan para murid dalam belajar.
Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Ahmad Suhaeri merespon atas usulan dan masukan dari para anggota DPRD Banten untuk kemajuan pelayanan bidang pendidikan. Suhaeri menjelaskan jika saat ini KCD Wilayah Kabupaten Tangerang kedatangan personel pengawas yang baru, dengan begitu ia berharap akan semakin optimal dalam melakukan pengawasan dan kontrol kepada sekolah-sekolah.
"Kami di KCD Kabupaten Tangerang ada pengawas baru yang jumlahnya cukup banyak, ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kami dalam bidang pendidikan di Kabupaten Tangerang," Kata Suhaeri.
Kemudian, untuk memperkuat daya serap lulusan SMK, H. Maksis Sakhabi selaku Kepala Seksi SMK dan SKh berharap Komisi V DPRD Banten mendorong dunia industri di Banten agar mau bekerja sama dengan SMK. Karena menurutnya selama ini masih ada SMK yang mengalami kesulitan menjalin kerja sama dengan industri sehingga sekolah memilih perusahaan yang mau bekerja sama meskipun tidak sesuai dengan kompetensi jurusan yang ada di sekolahnya.
"Link and match mesti diperkuat dari berbagai lini sektor, berharap DPRD juga mendorong industri agar membuka peluang kerja sama dengan SMK," kata Maksis Sakhabi kepada wartawan melalui WhatsApp.
Untuk diketahui, pertemuan kunjungan Komisi V DPRD Banten ini direspon positif oleh pihak KCD dan berdampak baik bagi optimalisasi layanan pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang.










LEAVE A REPLY