Home Pendidikan KCD DINDIKBUD WILAYAH KABUPATEN TANGERANG DORONG SMK TERAPKAN LINK AND MATCH

KCD DINDIKBUD WILAYAH KABUPATEN TANGERANG DORONG SMK TERAPKAN LINK AND MATCH

140
0
SHARE
KCD DINDIKBUD WILAYAH KABUPATEN TANGERANG DORONG SMK TERAPKAN LINK AND MATCH

TANGERANG,16NEWS-Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang Terus mendorong upaya menyelaraskan kurikulum SMK dengan Industri. Hal ini bertujuan untuk mencetak para lulusan SMK yang kompeten dan dibutuhkan sesuai pasar kerja di dunia usaha dan dunia industri. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi SMK dan SKh-KCD Dindikbud Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi saat menerima kunjungan Komisi V DPRD Banten di SMK Gyokai Kompeten Indonesia, Cisoka Kabupaten Tangerang pada Kamis, (30/4/2026).

“Masalah pengangguran SMK selama ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian (mismatch) antara apa yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Apa yang dijalankan di sini (baca: SMK Gyokai Kompeten Indonesia) sudah menerapkan penyelarasan kurikulum yang patuh pada standar nasional namun memiliki inovasi basis industri,” jelas Maksis Sakhabi

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berencana mendorong sekolah-sekolah SMK lain di Banten agar memiliki keselarasan yang sama dengan kebutuhan industri. Menurut Maksis, sejalan dengan perintah Gubernur Banten, Andra Soni yang menginginkan SMK di Banten harus menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Arahan Pak Gubernur melalui Pak Kepala Dinas Pendidikan tentu ingin menciptakan SMK di Banten sesuai dengan kebutuhan industri sehingga lulusan SMK dengan mudah diserap tenaga kerjanya oleh industri yang ada,” Kata Maksis Sakhabi.

Sementara, Komisi V DPRD Provinsi Banten mendorong agar model pendidikan berbasis industri yang diterapkan oleh SMK Gyokai Indonesia dapat dijadikan acuan dan diadopsi oleh sekolah lain di wilayah Banten. Model tersebut dinilai mampu menekan angka pengangguran sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan anak putus sekolah melalui sistem pendidikan gratis yang tetap berkualitas.

Ahmad Imron, Anggota Komisi V DPRD Banten mengungkapkan rasa haru lantaran ada SMK gratis namun tetap mengedepankan kualitas dan standar vokasi.

”Jika fasilitas sekelas ini dibangun negara, biayanya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan miliar rupiah. Ini adalah inspirasi bagi lembaga pendidikan se-Indonesia,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan bahwa DPRD Banten memiliki komitmen untuk mendukung serta memfasilitasi pengembangan model pendidikan seperti ini karena dinilai sebagai solusi nyata dalam menekan angka putus sekolah dan pengangguran di Banten.

CEO Gyokai Indonesia, Teguh Imam Pambudi, menjelaskan bahwa keberhasilan model pendidikan yang diterapkan tidak lepas dari komposisi kurikulum yang menitikberatkan pada praktik sebesar 70 persen dan teori 30 persen. Selain itu, keterkaitan erat dengan dunia industri membuat para siswa sudah memperoleh uang saku selama menjalani pendidikan.

Kami tidak hanya memberi ikan, tapi kailnya. Di sini siswa selain sekolah gratis, mereka justru mendapatkan uang saku karena program yang kita jalankan langsung terkoneksi dengan industri. Jadi bukan sekolah dibayar, tapi sekolah (yang) dibayar,” kata Teguh.

Lebih lanjut, ia memaparkan adanya program “Paksa Sarjana”, yaitu skema di mana lulusan SMK Gyokai langsung diarahkan untuk bekerja sekaligus diwajibkan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dengan biaya terjangkau melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.